suatu hari di sore merona
teman bertandang berbisik kenangan
tentang dikau yang buatku abadi dalam aksara
rasa bersalah tiada menyambut dikau di
kenyataan
aku tertawa bersirat bahagia
dikau sandingkan aku bagai bidadari dikelopak
asa
meski kesyukuranku tiada lagi guna
dikau hanya dikau memandangku begitu istimewa
dikau bertanya pada sang pemilik malam
salahkah caramu mengucap rasa kasih?
tidak, tidak, tidak! diri ini yang begitu
angkuh tak paham
juga apalah daya, prinsip telah teguh kokoh
tak menyambut kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar