Senin, 26 Oktober 2015

seperti apa posisi favorit anda saat membaca?


Posisi membaca memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Posisi membaca yang benar akan membuat Anda nyaman sehingga dapat berkonsentrasi dengan baik. Selain itu, kesehatan mata juga akan lebih terpelihara. Sebaliknya, posisi membaca yang salah akan menyebabkan otot mata bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan mata cepat lelah, rabun jauh, dan berbagai masalah penglihatan lainnya. Berikut ini adalah posisi-posisi membaca yang kurang baik:

Berbaring
Membaca buku sebelum tidur adalah kebiasaan yang menyenangkan. Namun, kebiasaan ini memerlukan perhatian khusus karena cukup berisiko, terutama jika Anda memiliki kebiasaan membaca sambil berbaring. Posisi ini akan menyebabkan mata mudah lelah. Tangan Anda juga akan cepat pegal sehingga posisi buku semakin turun. Ini membuat jarak buku dengan mata semakin dekat. Saat berbaring, tubuh tidak bisa relaks karena otot mata akan menarik bola mata ke arah bawah, mengikuti letak buku yang sedang dibaca. Selain itu, ketika berbaring, cahaya yang menerangi tulisan tidak maksimal. Biasakan untuk membaca di tempat tidur dengan posisi duduk tegak. Tumpuk bantal sampai agak tinggi sehingga Anda dapat duduk nyaman. Tetap jaga pencahayaan kamar sampai Anda selesai membaca.

Membaca di dalam Mobil

Mual dan pusing ketika baru membaca di dalam mobil? Ini disebabkan oleh mata yang terfokus pada tulisan yang tak bergerak. Padahal, telinga yang menjadi pusat pendeteksi keseimbangan tubuh mengirimkan informasi bahwa Anda sedang melakukan gerakan dan berpindah tempat. Informasi tak sejalan tersebut membuat otak menjadi bingung sehingga memicu keluhan pusing, mual, dan pandangan berkunang-kunang.  Membaca di dalam mobil yang berguncang sangatlah tidak disarankan.

Di Tempat Gelap

Di ruangan yang gelap, mata harus mengatur fokus secara maksimal agar objek terlihat jelas. Memfokuskan penglihatan pada huruf-huruf kecil akan membuat mata bekerja lebih keras sehingga cepat lelah dan perih. Kekurangan cahaya juga mendorong Anda untuk memegang buku lebih dekat ke mata demi memperjelas penglihatan. Kebiasaan itu dapat membuat mata berisiko terkena rabun jauh atau miopi. Perhatikan pencahayaan di rumah Anda. Bola lampu susu lebih baik untuk penglihatan karena memiliki filter yang meredam cahaya silau. Untuk lampu duduk, pilihlah lampu berkekuatan 40-60 watt.

Terlalu Lama

Terlalu lama memfokuskan pandangan membuat otot mata bekerja berat dan berisiko menimbulkan perubahan pada fokus mata. Selalu istirahatkan mata setiap 30 menit sekali. Biasakan untuk sering berkedip untuk membersihkan dan mempertahankan kelembapan mata. Jika mata sedang lelah, pemandangan hijau juga akan membantu relaksasi.

Terlalu Dekat

Apabila Anda terbiasa melihat dari jarak dekat (kurang dari 30 cm) secara terus-menerus, maka otot mata akan terus berkontraksi sehingga menyebabkan lensa mata semakin cembung. Hal ini akan menyebabkan terjadinya rabun jauh. Jarak antara buku dengan mata yang terlalu dekat akan mengurangi luas bidang pandang dan membuat mata bekerja lebih keras. Pertahankan membaca dengan jarak 30 cm dari mata.

Di Bawah Terik Matahari
Sinar matahari yang terik akan menyilaukan dan membuat pantulan cahaya yang tidak nyaman dari buku ke mata. Paparan sinar ultraviolet berlebihan ke mata juga berpotensi merusak organ penglihatan. Cahaya lampu neon, layar televisi, komputer, dan sinar matahari adalah penghasil sinar biru. Sinar jenis ini dapat merusak mata. Meski tidak menyebabkan kebutaan total, tetapi dapat menimbulkan kelainan penglihatan, seperti luka atau bercak di retina mata. Jika ingin membaca di luar ruangan, pastikan Anda membaca sebelum pukul 9 pagi atau setelah pukul 4 sore ketika sinar matahari tidak menyengat.

Sambil Makan

Ketika makan, separuh aliran darah akan difokuskan ke perut untuk mencerna makanan. Itu sebabnya, membaca sambil makan akan mengurangi asupan gizi ke mata. Selain berdampak pada penglihatan, ternyata kebiasaan membaca sambil makan juga menaikkan risiko kelebihan berat badan. Menurut hasil riset yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition, aktivitas makan yang terganggu dapat meningkatkan konsumsi makanan hingga 50 persen.

Kesehatan mata sangat diperlukan untuk menunjang hobi membaca. Tetap jaga penglihatan Anda dengan memperhatikan asupan beberapa zat gizi. Selain vitamin A, diperlukan juga protein yang dapat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel mata. Asam lemak docosahexaenoic acid (DHA) dan lemak juga penting untuk melarutkan dan mengangkut vitamin A. Ayo, sayangi mata Anda dengan memberi asupan gizi yang cukup dan posisi membaca yang baik! 

source: digiself.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar