Posisi
membaca memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Posisi
membaca yang benar akan membuat Anda nyaman sehingga dapat
berkonsentrasi dengan baik. Selain itu, kesehatan mata juga akan lebih
terpelihara. Sebaliknya, posisi membaca yang salah akan menyebabkan otot
mata bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan mata cepat lelah,
rabun jauh, dan berbagai masalah penglihatan lainnya. Berikut ini adalah
posisi-posisi membaca yang kurang baik:
Berbaring
Membaca
buku sebelum tidur adalah kebiasaan yang menyenangkan. Namun, kebiasaan
ini memerlukan perhatian khusus karena cukup berisiko, terutama jika
Anda memiliki kebiasaan membaca sambil berbaring. Posisi ini akan
menyebabkan mata mudah lelah. Tangan Anda juga akan cepat pegal sehingga
posisi buku semakin turun. Ini membuat jarak buku dengan mata semakin
dekat. Saat berbaring, tubuh tidak bisa relaks karena otot mata akan
menarik bola mata ke arah bawah, mengikuti letak buku yang sedang
dibaca. Selain itu, ketika berbaring, cahaya yang menerangi tulisan
tidak maksimal. Biasakan untuk membaca di tempat tidur dengan posisi
duduk tegak. Tumpuk bantal sampai agak tinggi sehingga Anda dapat duduk
nyaman. Tetap jaga pencahayaan kamar sampai Anda selesai membaca.
Membaca di dalam Mobil
Mual dan pusing ketika baru membaca di dalam mobil? Ini disebabkan oleh mata yang terfokus pada tulisan yang tak bergerak. Padahal, telinga yang menjadi pusat pendeteksi keseimbangan tubuh mengirimkan informasi bahwa Anda sedang melakukan gerakan dan berpindah tempat. Informasi tak sejalan tersebut membuat otak menjadi bingung sehingga memicu keluhan pusing, mual, dan pandangan berkunang-kunang. Membaca di dalam mobil yang berguncang sangatlah tidak disarankan.Di Tempat Gelap
Di
ruangan yang gelap, mata harus mengatur fokus secara maksimal agar
objek terlihat jelas. Memfokuskan penglihatan pada huruf-huruf kecil
akan membuat mata bekerja lebih keras sehingga cepat lelah dan perih.
Kekurangan cahaya juga mendorong Anda untuk memegang buku lebih dekat ke
mata demi memperjelas penglihatan. Kebiasaan itu dapat membuat mata
berisiko terkena rabun jauh atau miopi. Perhatikan pencahayaan di rumah
Anda. Bola lampu susu lebih baik untuk penglihatan karena memiliki
filter yang meredam cahaya silau. Untuk lampu duduk, pilihlah lampu
berkekuatan 40-60 watt.
Terlalu Lama
Terlalu
lama memfokuskan pandangan membuat otot mata bekerja berat dan berisiko
menimbulkan perubahan pada fokus mata. Selalu istirahatkan mata setiap
30 menit sekali. Biasakan untuk sering berkedip untuk membersihkan dan
mempertahankan kelembapan mata. Jika mata sedang lelah, pemandangan
hijau juga akan membantu relaksasi.
Terlalu Dekat
Apabila
Anda terbiasa melihat dari jarak dekat (kurang dari 30 cm) secara
terus-menerus, maka otot mata akan terus berkontraksi sehingga
menyebabkan lensa mata semakin cembung. Hal ini akan menyebabkan
terjadinya rabun jauh. Jarak antara buku dengan mata yang terlalu dekat
akan mengurangi luas bidang pandang dan membuat mata bekerja lebih
keras. Pertahankan membaca dengan jarak 30 cm dari mata.
Di Bawah Terik Matahari
Sinar
matahari yang terik akan menyilaukan dan membuat pantulan cahaya yang
tidak nyaman dari buku ke mata. Paparan sinar ultraviolet berlebihan ke
mata juga berpotensi merusak organ penglihatan. Cahaya lampu neon, layar
televisi, komputer, dan sinar matahari adalah penghasil sinar biru.
Sinar jenis ini dapat merusak mata. Meski tidak menyebabkan kebutaan
total, tetapi dapat menimbulkan kelainan penglihatan, seperti luka atau
bercak di retina mata. Jika ingin membaca di luar ruangan, pastikan Anda
membaca sebelum pukul 9 pagi atau setelah pukul 4 sore ketika sinar
matahari tidak menyengat.
Sambil Makan
Ketika
makan, separuh aliran darah akan difokuskan ke perut untuk mencerna
makanan. Itu sebabnya, membaca sambil makan akan mengurangi asupan gizi
ke mata. Selain berdampak pada penglihatan, ternyata kebiasaan membaca
sambil makan juga menaikkan risiko kelebihan berat badan. Menurut hasil
riset yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition, aktivitas makan yang terganggu dapat meningkatkan konsumsi makanan hingga 50 persen.
Kesehatan
mata sangat diperlukan untuk menunjang hobi membaca. Tetap jaga
penglihatan Anda dengan memperhatikan asupan beberapa zat gizi. Selain
vitamin A, diperlukan juga protein yang dapat berguna untuk pertumbuhan
dan perkembangan sel-sel mata. Asam lemak docosahexaenoic acid
(DHA) dan lemak juga penting untuk melarutkan dan mengangkut vitamin A.
Ayo, sayangi mata Anda dengan memberi asupan gizi yang cukup dan posisi
membaca yang baik!
source: digiself.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar